Senin, 01 Februari 2016
Rabu, 27 Januari 2016
indonesia tourism: WISATA RELIGI KABUPATEN DEMAK
indonesia tourism: WISATA RELIGI KABUPATEN DEMAK: MASJID AGUNG DEMAK Masjid Agung Demak adalah salah satu mesjid tertua yang ada di Indonesia . Masjid ini terletak di desa Kauman...
Makam Mbah Mudzakir
Warga di wilayah Kecamatan Sayung, kemarin menggelar haul Syech Abdullah Mudzakir. Mereka menapaktilasi sekaligus mengenang perjuangan auliya’ yang makamnya terletak di Dusun Tambaksari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung itu.
Makam Scyech Abdullah Mudzakir berdiri atas air laut yang dipisahkan dengan daratan, yakni Pulau Blekok. Haul yang ditandai dengan tahlil dan baca doa bersama diikuti tokoh masyarakat setempat, serta para santri dari beberapa pondok pesantren di wilayah Sayung.
Untuk menuju ke makam itu, warga ada yang naik perahu dari Pantai Morosari. Ada pula yang berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang menghubungkan Desa Bedono dengan dukuh Tambaksari. Jalannya makin mengecil lantaran tergerus abrasi air laut.
Panitia haul Naim Anwar mengungkapkan, Syech Mudzakir merupakan sosok pejuang atau ulama besar di zamannya, dan telah melegenda hingga kini.
Karena itu, apa yang pernah di lakukan menumbuhkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin di bumi jawa patut diapresiasi, termasuk melalui kegiatan haul.
Cerita rakyat setempat mengungkapkan, Syech Abdullah Mudzakir adalah seseorang pejuang kemerdekaan di zamannya. Ia hidup antara 1.900 hingga 1960-an. Ia berasal dari kampung Wringinjajar, Kecamatan Mranggen kemudian menetap dan menumbuhkan ajaran Islam di pesisir Pantai Sayung itu.
Yang bersangkutan masih satu angakatan dengan Kiai Tohir (Mbah Tohir) yang kini dimakamkan du Dusun Nyangkringan, Desa Sriwulan Sayung. Keduanya disebutkan pernah menjadi murid atau santri Kiai Sholeh Darat, Semarang.
Cerita lain menyebutkan, Kiai Tohir berasal dari Gujarat India. Dalam prantauannya, ia sempat terdampar di Semarang. Kemudian, dalam perjalannanya bertemu dengan Syech Mudzakir yang sama-sama berguru di Syech Sholeh Darat. Usai berguru itu, keduanya berpencar dalam berdakwah. Meski demikian, tempat tinggal mereka tidak berjauhan.
Untuk mengenang perjuangan Syech Mudzakir itu, setiap akhir bulan Dzulqo’dah seperti saat ini, warga beramai-ramai mengadakan haul di makam tengah laut ini. Di sana, warga berdoa dan berharap pada Allah SWT agar mereka diberikan keselamatan dan dijauhkan dari bencana.
Sumber : Jawa Pos
Selasa, 01 Desember 2015
GURU NGAJI DAN DOSEN
1.Guru pondok tanpa gaji tetap ngajar
cari Ridho Allah dan ridho kyai. Dosen
akhlak tasawwuf ngajar bab zuhud
kalo gak digaji gak bakal berangkat.
Trus ikhlasnya di mana.
cari Ridho Allah dan ridho kyai. Dosen
akhlak tasawwuf ngajar bab zuhud
kalo gak digaji gak bakal berangkat.
Trus ikhlasnya di mana.
2. Ustad Kyai setiap sholat malam
mendoakan santri, santrinya setiap
ngaji kirim fatihah ke kyai. Guru
sekolah gak pernah nirakati murid,
muridnya juga gak pernah mfatehahi
guru. Trus barokah dari mana.
mendoakan santri, santrinya setiap
ngaji kirim fatihah ke kyai. Guru
sekolah gak pernah nirakati murid,
muridnya juga gak pernah mfatehahi
guru. Trus barokah dari mana.
3. Guru pondok punya kyai, kyainya
punya kyai, kyainya kyai punya guru
sampai sambung dengan Rosulullah.
Dosen tafsir di kampus ada yang
nasrani, Banyak profesor yg hafidz
Quran di Harvard univ yang agamanya
yahudi. Jadi kuliah tafsir sanadnya
bisa sampe ke dosen yahudi.
punya kyai, kyainya kyai punya guru
sampai sambung dengan Rosulullah.
Dosen tafsir di kampus ada yang
nasrani, Banyak profesor yg hafidz
Quran di Harvard univ yang agamanya
yahudi. Jadi kuliah tafsir sanadnya
bisa sampe ke dosen yahudi.
4. Kyai di pondok tidak hanya
mengajar kitab, tapi beliau adalah
gambaran dari isi kitab itu. Santri bisa
niru akhlaknya kyai zuhudnya kyai
wirainya kyai sabarnya kyai. Sekolah
dan kuliah itu gurunya cuma ngajar.
Bahan materinya bisa copy paste dari
google atau buku. Lah yang nulis di
internet dan di buku itu belum tentu
orang sholih. Belum tentu rajin bangun
malam.
mengajar kitab, tapi beliau adalah
gambaran dari isi kitab itu. Santri bisa
niru akhlaknya kyai zuhudnya kyai
wirainya kyai sabarnya kyai. Sekolah
dan kuliah itu gurunya cuma ngajar.
Bahan materinya bisa copy paste dari
google atau buku. Lah yang nulis di
internet dan di buku itu belum tentu
orang sholih. Belum tentu rajin bangun
malam.
5. Belajar di pondok tidak banyak
kecampuran maksiyat. Santri putra
kelasnya dipisah dengan santri putri.
Kalo pun jadi satu pasti dipisah tabir.
Lah di kampus belajar mata kuliah
tasawwuf pas bab khouf tapi campur
aduk laki perempuan. Ngetik makalah
bab khouf dan roja sambil chatingan
sama pacar. Ilmu itu nur (cahaya)
sedangkan maksiyat itu dhulm (gelap)
tidak akan bica cahaya dicampur
dengan gelap.
kecampuran maksiyat. Santri putra
kelasnya dipisah dengan santri putri.
Kalo pun jadi satu pasti dipisah tabir.
Lah di kampus belajar mata kuliah
tasawwuf pas bab khouf tapi campur
aduk laki perempuan. Ngetik makalah
bab khouf dan roja sambil chatingan
sama pacar. Ilmu itu nur (cahaya)
sedangkan maksiyat itu dhulm (gelap)
tidak akan bica cahaya dicampur
dengan gelap.
6. Yang terpenting di pondok itu
ridhonya Kyai. Walaupun tidak bisa
baca kitab kalo diridhoi kyai nanti
pulang dari pondok hidupnya berkah,
bisnis sukses, walaupun cuma punya
satu dua santri TPQ ilmunya manfaat
barokah.
ridhonya Kyai. Walaupun tidak bisa
baca kitab kalo diridhoi kyai nanti
pulang dari pondok hidupnya berkah,
bisnis sukses, walaupun cuma punya
satu dua santri TPQ ilmunya manfaat
barokah.
Rabu, 05 Agustus 2015
Abon, Abon Ikan, Jual Abon Ikan, Jual Abon Bandeng, Jual Abon Tongkol, Abon Murah: Harga Abon Ikan Tongkol
Abon, Abon Ikan, Jual Abon Ikan, Jual Abon Bandeng, Jual Abon Tongkol, Abon Murah: Harga Abon Ikan Tongkol: (( Jual Abon Ikan )) 085642598085 Habibi Pin. 553FD37B Selamat datang pecinta kuliner nusantara, pasti nyari kuliner yang ...
Langganan:
Postingan (Atom)
